Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas pada ketinggian 800 m di atas permukaan lautt, dan rentan terhadap hama dan penyakit. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Biji kopi robusta memiliki bentuk yang lebih gemuk dibanding biji kopi arabica. Kopi robusta memegang prosentase sebanyak 30% dari penjualan kopi dunia
.
.
- Memiliki karakter rasa yang cenderung pahit
- Tidak memiliki banyak karakter rasa, umum nya kopi robusta memiliki karakter rasa lebih ke kacang-kacangan (nutty)
- Bentuk biji bulat utuh, dan ukuran nya lebih kecil dari arabika (tergantung varietas biji)
- Dapat tumbuh di dataran rendah antar 300-700 meter diatas permukaan laut
- Kandungan kafein lebih tinggi, sekitar 2%
- Bentuk pohon lebih pendek, sekitar 1-2 meter
- Lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit
- Menguasai 40% pasar kopi dunia
- Harga lebih murah dibandingkan Arabika
- Di Indonesia, kopi Robusta paling banyak dihasilkan di daerah Lampung dan Palembang
- Pemberian level Kopi Robusta adalah Fine Robusta
- Cocok sebagai base atau bahan dasar dari espresso atau coffee blend
sumber : https://kopiarabikabajawa.wordpress.com/tag/kopi-arabika-bajawa/


0 komentar:
Posting Komentar